resiko minum ciu

resiko minum ciu
ciu adalah minuman alkohol yang sangat terkenal di solo.
berikut adalah resiko minum ciu:
1. karena beralkohol tinggi dapat memabukan dan akan mengganggu kesehatan pada jangka waktu yang lama.
2. membuat hilang kesadaran yang lama pengaruhnya.
3. membuat pandangan kabur saat berkendara.
4. minuman ini sangat keras sehingga efek samping spontan.

silakan menambah sendiri pengaruhnya..
ciu biasanya di campur / di oplos untuk minum minum .. itu adalah tindakan berbahaya.
sumber : http://www.kaskus.us/showthread.php?p=429263172
Orang Solo sering menyebut minuman tradisional itu dengan sebutan Ciu. Karena “pabrik-pabrik” nya banyak ditemui di kawasan Bekonang – Sukoharjo (sebuah daerah kawasan pinggiran Solo) tak sedikit yang menyebutnya dengan sebutan Ciu Bekonang.
Minuman ciu ini dianggap dan disepakati keharamannya karena mengandung alkohol yang tidak sedikit. Sebuah referensi sumber dari kepolisian RI yang kuperoleh menyebutkan bahwa Ciu mengandung kadar alkohol cukup tinggi yaitu sekitar 30-40%. Busyet dah,, Tak salah jika minuman ini sangat efektif untuk membuat orang yang meminumnya mabuk, dan ngomyang (ngigau) jika pada kondisi “tinggi”.
Gimana caranya bikin Ciu, sejujurnya aku tidak mengetahuinya. Namun, setelah kucoba googling kesana kemari, kuperoleh sedikit referensi singkat tentang proses membuat minuman Ciu ini. Simpel-nya, cairan berisi campuran gula kelapa, tape singkong, dan laru dilarutkan dan dicampur ke dalam sebuah panci yang dibakar di atas perapian. Setelah itu, panci ditutup. Kemudian tutup panci tersebut dihubungkan dengan pipa bambu, lantas disalurkan melewati air dingin. Selanjutnya di ujung pipa ditempatkan gelas kaca besar berukuran 2-3 liter untuk menampung air hasil sulingannya. Demikian sedikit referensi tentang proses pembuatan minuman Ciu.
Jika ingin melihat reaksi ngomyang para peminum Ciu ini silakan kawan-kawan datang ke Jalan Ciu Bekonang. Di warung-warung sekitarnya, ciu dihidangkan dengan berbagai rasa, tergantung campurannya (sumber). Misalnya ada istilah cisprite, campuran dengan minuman ringan Sprite, dengan perbandingan 1:1. Selain itu, ada pula cikola (campuran ciu dan Coca-cola), ciut (ciu dengan Nutrisari), cias (ciu dengan wedang asam), ciu tiga dimensi (campuran ciu dengan bir dan Kratingdaeng), dan ciu empat dimensi (ciu, bir, Kratingdaeng, dan Sprite), serta kidungan (ciu dengan campuran air rendaman tanduk kijang). Jenis terakhir ciu campuran itu diyakini sebagai obat kuat. Kalao masih kurang, silakan ciu dicampur dengan obat Bodrex. hahahahaha. Rasakan sensasinya bersama “malaikat-malaikat”.
Minuman asal Bekonang Solo ini rupa-rupanya dijual cukup murah. Bermodal Rp. 5.000,- perak saja, anda sudah bisa menikmati flying on the sky dengan menegak 1 liter ciu sambil ngomyang. Karena murahnya harga banyu gendeng (minuman yang bisa bikin gila) ini, ciu sering diasosiasikan sebagai sebuah perlawanan dari rakyat jelata terhadap serangan gaya hidup global melalui masuknya minuman-minuman “modern” ala Coca Cola atau Sprite dan Fanta. Lebih dari itu, minuman ini juga menjadi semacam pelarian mudah dan murah bagi kalangan kaum “rendahan” untuk menikmati flying dan mendem (mabuk) di kala malam yang dingin. Bila dibandingkan dengan minuman keras beralkohol produk-produk luar negeri yang harganya relatif mahal, maka ciu telah menjadi solusi.
Kendatipun disebut dan dikonotasikan sebagai minuman para preman dan pekerja-pekerja kelas rendahan, pada akar sejarahnya minuman ciu ini sebenarnya justru berasal dari sebuah budaya menyimpang Kraton yang dipengaruhi oleh bujukan para penjajah Belanda.
Sejarah Ciu
Dalam sebuah referensi disebutkan bahwa sejarah Ciu dimulai pada abad ke-17, di jaman pertengahan kerajaan mulai mengembangkan berbagai budidaya seperti gula tebu dan beras. Dari dua komoditi itu kemudian dibuatlah anggur yang terbuat dari beras yang difermentasi, tetes tebu dan kelapa. Minuman ini diproduksi sejak akhir abad ke-17 sampai abad ke-19 dan merupakan minuman populer di Eropa, terutama Swedia. Minuman ini juga umum dikenal sebagai the Batavia Arrack van Oosten.
Pada waktu pemerintahan raja-raja (keraton Surakarta dan Yogyakarta) sebelum Indonesia merdeka, terdapat tradisi pada acara-acara pesta panen raya atau penyambutan tamu-tamu kerajaan dengan mengadakan pesta dan tarian tradisional seperti Tayub, Sinden Ledek dan sebagainya. Acara-acara ini marak setelah Belanda masuk campur tangan demi menjatuhkan kekuasaan kraton secara pelan-pelan tentunya. Pada acara acara tersebut, walaupun berlangsung pada siang hari, pasti ada acara minum minuman keras “Ciu Bekonang” untuk mabuk-mabukan, baik di kalangan punggawa kerajaan maupun rakyat di sekitar kerajaan
Pada masa itu walaupun usaha yang dilakukannya secara sembunyi-sembunyi, namun telah menghasilkan sesuatu yang disebut “CIU” dengan kadar alkohol yang masih rendah. Ciu atau yang terkenal dengan sebutan “Ciu Bekonang” pada awal-awal produksinya memang dikonsumsi untuk minuman keras dan mabuk-mabukan.
Menjelang Indonesia Merdeka pada tahun 1945, pengrajin industri rumah tangga “Ciu Bekonang” hanya berkisar 20 orang saja dan hasil produksinya kurang lebih per hari hanya 10 liter saja. Peralatan Produksinyapun masih sangat sederhana. Penjualan dilakukan secara sembunyi-sembunyi dan pada orang-orang tertentu yang suka mabuk-mabukan.
Antara tahun 1961 sampai tahun 1964, industri alkohol “Ciu Bekonang” sudah mulai ada kemajuan. Kemajuan dalam hal peningkatan kadar alkohol dari 27% menjadi 37% dengan peralatan yang juga masih sangat sederhana. Hasil alkohol yang masih berkadar 37% ditampung dan ditingkatkan kadar alkoholnya. Dari Jumlah pekerja juga sudah ada peningkatan menjadi sekitar 30– an pengrajin alkohol. Hasilnyapun sudah dipasarkan mencapai hampir keseluruh wilayah karesidenan Surakarta, Surabaya, Kediri dan lain-lain.
Pada tahun 1980-an, Pemda Tingkat II Sukoharjo (Dinas Perindustrian) mengucurkan bantuan sebesar Rp.2.000.000,- guna meningkatkan produksi minuman “tradisional” ini. Hasilnya, kadar alkohol sudah dapat ditingkatkan kadarnya menjadi 60%. Pada tahun 1997 ada naskah kesepakatan dengan industri alkohol besar di Karanganyar (Jateng) yaitu PT. Indo Acidatama Chemical Industri . Hingga tahun 2000, dengan peralatan yang lebih modern lagi, kadar alkohol ciu berhasil ditingkatkan menjadi 70% bahkan 90%. Weleh-weleh…, parah. Bener-bener banyu gendeng.
Ciu Sebagai Simbol Perlawanan
Sebagaimana telah sedikit kuungkap di atas, bahwa sebagian kalangan menilai ciu merupakan sebuah produk yang lahir dari pemberontakan wong cilik terhadap kemapanan dan modernisasi yang menindas gerak laju mereka. Tempat-tempat hiburan yang dulunya cukup mudah dinikmati kini mulai tergerus oleh ancaman global melalui alat-alat elektronik model ala Mp4, I Pod, Video Game, Televisi, dll. Panggung hiburan sudah mulai digantikan dengan bangunan-bangunan yang diperuntukkan untuk pusat-pusat bisnis.
Ada semacam fenomena budaya di Solo yang menjadikan Ciu sebagai pemicu kemabukan agar bisa lebih menikmati sebuah hiburan rakyat. Sebut saja dangdut. Setiap ada pertunjukan dangdut, baik itu di THR (Taman Hiburan Rakyat ) maupun di event-event yang cakupannya kecil seperti hajatan, bisa dipastikan Ciu hadir di tengah-tengah massa. Selain sebagai pemicu untuk mencapai kondisi mabuk, Ciu hadir sebagai bentuk perlawanan terhadap hegemoni industri hiburan yang tak terbeli yang hadir melalui MTV, I Pod, Mall yang telah disebutkan di atas. Kita merasa lebih civilized ketika minum kopi bergambar putri duyung di gerai sebuah Mall. Kita merasa lebih eksis ketika kita mampu mendengarkan lagu favorit kita melalui I pod. Kita merasa lebih trendi dan gaul bila kita pergi jalan-jalan ke Mall daripada ke pasar rakyat seperti di Sekaten.
Berhala-berhala industri budaya pop itu memanipulasi kita, mengendalikan kita, dan mengkungkung kita dalam tuntutan-tuntutan untuk memenuhi hasrat konsumeris kita. Bagi kaum marjinal, anak jalanan, preman dan anak-anak muda yang merasa terpinggirkan oleh kehadiran berhala ala Amerika, Ciu + Dangdut + Goyang menjadi pertahanan dan perlawanan terakhir terhadap serbuan budaya global.
Orang-orang itu mempunyai jiwa yang bebas dan bisa menjadi diri mereka sendiri. Mereka mempunyai selera dan cita rasa yang khas, terlepas dari penyeragaman cita rasa dan selera yang dilakukan industri hiburan global. Mereka tidak membenci hiburan-hiburan mahal dengan semangat primordial dan gaya perlawanan lokal. Mereka hanya butuh hiburan yang terjangkau di tengah-tengah himpitan kesulitan ekonomi. Mereka tetap eksis dengan pilihannya. Mereka masih ada di tengah-tengah kita. Demikian tulis seorang kawan blogger melihat sisi lain ciu.
Namun terlepas dari semuanya, Ciu tetaplah sebuah minuman haram yang tidak boleh dikonsumsi seorang muslim.
+]resiko minum ciu
http://resikobuku.blogspot.com/2011/06/resiko-minum-ciu.html

resiko minuman ber energi kafein

resiko minuman ber energi kafein
Administrasi Makanan dan Obat (FDA) pengumuman pada tanggal 17 November 2010, bahwa kafein adalah makanan yang tidak aman aditif untuk minuman beralkohol secara efektif akan membuat beberapa "dicampur" minuman energi beralkohol dilarang untuk dijual di Amerika Serikat.
Selain itu, Federal Trade Commission telah memberitahu produsen bahwa mereka terlibat dalam pemasaran potensi ilegal minuman beralkohol tidak aman. Putusan-putusan ini telah dianggap oleh beberapa orang sebagai respon pembuka ke risiko peningkatan kesehatan masyarakat.
Para ilmuwan dan profesional kesehatan dibantu dalam aksi FDA dengan menyatakan bahwa, berdasarkan bukti dari peningkatan jumlah studi ilmiah, penambahan langsung dari kafein untuk minuman beralkohol tidak memenuhi "umumnya diakui sebagai aman" standar. Namun demikian, minuman energi premixed alkohol hanya sebagian kecil dari resiko kesehatan yang benar masyarakat.
+]resiko minuman ber energi kafein
http://resikobuku.blogspot.com/2011/06/resiko-minuman-ber-energi-kafein.html

Resiko persalinan Induksi yang perlu di Hindari

Resiko persalinan Induksi yang perlu di Hindari
Risiko persalinan Induksi yang perlu di Hindari
Risiko persalinan Induksi
Induksi persalinan dapat dilakukan karena berbagai alasan, termasuk banyak alasan medis yang sah. Namun, kenaikan tingkat induksi sosial, atau induksi elektif terus meningkat. Sebagai tingkat induksi naik ada lebih banyak bayi dan ibu ditempatkan pada resiko komplikasi tertentu. Berikut adalah lima risiko induksi bahwa Anda mungkin tidak tahu tentang:

1. Peningkatan risiko denyut jantung janin abnormal, distosia bahu dan masalah lain dengan bayi di persalinan.
persalinan induksi dilakukan dengan campur tangan dalam proses alami tubuh, biasanya dengan obat kuat untuk membawa pada kontraksi atau perangkat yang digunakan untuk memecahkan air sebelum persalinan dimulai. Kedua jenis induksi dapat menyebabkan bayi untuk bereaksi dengan cara yang disebut gawat janin seperti yang terlihat dengan memantau janin.

Sifat induksi seperti kontraksi juga mungkin lebih kuat dari persalinan alami. Hal ini dapat menyebabkan bayi anda untuk berasumsi atau tinggal di posisi yang kurang menguntungkan bagi persalinan membuat persalinan lebih lama dan lebih menyakitkan bagi ibu. Hal ini juga dapat meningkatkan kebutuhan untuk intervensi lain juga.

# Peningkatan risiko bayi Anda yang dirawat di unit perawatan intensif neonatus (NICU).
Bayi yang lahir melalui induksi belum mengirim sinyal kepada ibu untuk memulai kerja. Ini berarti bahwa mereka hanya belum siap untuk dilahirkan. Risiko ini worth it jika bayi atau kehidupan ibu berada dalam bahaya, tetapi hanya untuk mengambil risiko untuk alasan elektif mungkin tidak disarankan.

Ketika bayi berada dalam unit perawatan intensif ada sedikit kemampuan bagi Anda untuk dengan bayi Anda atau untuk memegang bayi Anda. Menyusui biasanya mendapatkan dari awal yang berbatu juga. Hal ini biasanya dapat dihindari dengan melahirkan saat tubuh Anda dan bayi mengatakan itu adalah waktu.

# Peningkatan risiko forceps atau ekstraksi vakum digunakan untuk lahir.
bayi Ketika persalinan diinduksi cenderung untuk tinggal di posisi yang tidak menguntungkan, penggunaan anestesi epidural meningkat dan oleh karena itu perlu membantu kelahiran bayi melalui penggunaan tang dan ekstraksi vakum juga meningkat.

# Peningkatan resiko operasi caesar.
Kadang-kadang induksi persalinan tidak mengambil, tapi terlambat untuk mengirimkan rumah, bayi harus dilahirkan. Penyebab paling umum dari ini adalah bahwa kantong air telah rusak, baik secara alami atau melalui sebuah amniotomy. Karena risiko infeksi lebih besar, bayi Anda akan perlu dilahirkan melalui c-section.

Sebuah sesar di induksi juga lebih mungkin untuk alasan malpresentation (posterior, dll) serta gawat janin.

# Peningkatan resiko terhadap bayi prematur dan penyakit kuning.
Induksi dapat dilakukan sebelum bayi Anda siap untuk dilahirkan, karena tanggal jatuh tempo Anda tidak aktif atau karena bayi Anda hanya perlu lebih banyak waktu dalam kandungan untuk tumbuh dan matang paru-paru mereka. Bayi Anda mungkin juga lebih mungkin menderita penyakit kuning pada atau dekat lahir karena induksi. Hal ini dapat mengakibatkan perawatan medis lainnya serta tetap di rumah sakit untuk bayi Anda.

Terlahir bahkan seminggu atau dua dini dapat mengakibatkan bayi menjadi prematur waktu dekat atau terlambat. Ini berarti bahwa bayi Anda cenderung memiliki lebih banyak kesulitan bernapas, makan dan menjaga suhu.
sumber : http://pregnancy.about.com/od/induction/a/risksinduction.htm
+]Resiko persalinan Induksi yang perlu di Hindari
http://resikobuku.blogspot.com/2011/06/resiko-persalinan-induksi-yang-perlu-di.html

resiko kanker payudara dan konsumsi kopi

resiko kesehatan kanker payudara dan konsumsi kopi
Kanker payudara adalah penyakit kompleks dan dapat dibagi menjadi hormon-responsif (reseptor estrogen (ER) positif) dan subtipe non-hormon-responsif (ER-negatif). Beberapa bukti menunjukkan heterogenitas yang ada pada asosiasi antara konsumsi kopi dan risiko kanker payudara, menurut subtipe reseptor estrogen yang berbeda. Kami menilai hubungan antara konsumsi kopi dan risiko kanker payudara pascamenopause dalam penelitian berbasis populasi besar (2.818 kasus dan 3.111 kontrol), secara keseluruhan, dan dikelompokkan berdasarkan subtipe tumor ER.
Metode
Odds rasio (OR) dan interval kepercayaan 95% yang sesuai (CI) diperkirakan dengan menggunakan model regresi logistik multivariat dipasang untuk menguji risiko kanker payudara dalam analisis kasus-kontrol berlapis. Heterogenitas antara subtipe ER dievaluasi dalam analisis kasus-saja, dengan fitting model regresi logistik biner, memperlakukan status ER sebagai variabel dependen, dengan konsumsi kopi dimasukkan sebagai sebuah kovariat.
Hasil

Dalam studi Swedia, konsumsi kopi dikaitkan dengan sedikit penurunan dalam risiko kanker payudara secara keseluruhan dalam model yang disesuaikan menurut umur (OR> 5 cangkir / hari dibandingkan dengan OR [kurang dari atau sama dengan] 1 cangkir / hari: 0,80, 95% CI: 0,64, 0,99, P trend = 0,028). Dalam analisis kasus-kontrol berlapis, penurunan yang signifikan pada risiko kanker payudara ER-negatif diamati pada peminum kopi berat (OR> 5 cangkir / hari dibandingkan dengan OR [kurang dari atau sama dengan] 1 cangkir / hari: 0,43, 95% CI: 0,25, 0,72, P trend = 0,0003) dalam model multivariat yang disesuaikan. Kanker payudara pengurangan risiko yang terkait dengan konsumsi kopi lebih tinggi secara signifikan lebih tinggi untuk ER-negatif dibandingkan dengan tumor ER-positif (heterogenitas P (umur-disesuaikan) = 0.004).
Kesimpulan
Asupan harian yang tinggi kopi ditemukan terkait dengan penurunan signifikan secara statistik pada kanker payudara ER-negatif pada wanita menopause.
sumber : http://breast-cancer-research.com/content/13/3/R49
+]resiko kanker payudara dan konsumsi kopi
http://resikobuku.blogspot.com/2011/06/resiko-kanker-payudara-dan-konsumsi.html

resiko dari kegemukan ke masalah kesehatan

Berat badan atau kegemukan dapat meningkatkan resiko untuk mengembangkan banyak masalah kesehatan. Jika Anda kelebihan berat badan atau obesitas, Anda mungkin berisiko untuk:

* Diabetes tipe 2
* Penyakit jantung koroner dan stroke
* Sindrom metabolik
* Beberapa jenis kanker
* Sleep apnea
* Osteoarthritis
* Penyakit kandung empedu
* Lemak penyakit hati
* Kehamilan komplikasi
resiko dari kegemukan ke masalah kesehatanAnda mungkin dapat menurunkan resiko kesehatan Anda dengan kehilangan berat badan, melakukan aktivitas fisik secara teratur, dan makan sehat.
+]resiko dari kegemukan ke masalah kesehatan
http://resikobuku.blogspot.com/2011/06/resiko-dari-kegemukan-ke-masalah.html

resiko tinggi kanker payudara karena gen

belajar pintar dari sebuah riset mengatakan
Jutaan wanita berisiko tinggi kanker payudara karena gen, riwayat keluarga atau alasan lain memiliki pilihan baru untuk mencegah penyakit ini.
Sebuah penelitian besar menemukan bahwa obat mengurangi resiko kanker payudara berkembang dengan lebih dari setengah pada wanita yang menopause masa lalu. Obat ini exemestane, dijual oleh Pfizer Inc sebagai Aromasin dan dalam bentuk generik.
Dua obat yang sudah tersedia untuk mencegah kanker payudara - tamoxifen dan raloxifene. Tetapi ini tidak populer karena mereka dapat menyebabkan pembekuan darah dan kanker rahim. Penelitian ini tidak menemukan efek samping ini dengan obat yang lebih baru.
Hasil Sabtu dibahas pada konferensi kanker di Chicago dan diterbitkan di New England Journal of Medicine.
+]resiko tinggi kanker payudara karena gen
http://resikobuku.blogspot.com/2011/06/resiko-tinggi-kanker-payudara-karena.html
 
Designed @2013 | Converted by Blogger for Wordpress to Blogger sponsored Copas by Resiko
buku belajar pintar - resiko